Perihal Memendam Perasaan dalam Sepi

 Dulu tak pernah terlintas di benak ini untuk mengenalmu

Karena kutahu diriku siapa

Dirimu dan pesonamu terlalu jauh untuk digapai

Sekali lagi ku tahu diriku siapa, sedang dirimu siapa

 

Darimu aku belajar menabung sabar

Sabar menyimpan perasaan walaupun kupaham terlalu sulit dilakukan

Sungguh....

Setiap kulihat dirimu, perasaanku hancur

Mendapati kenyataan sebatas melihatmu dari kejauhan

Setidaknya, terselip rasa bahagia manakala kudapati senyumanmu

Dilain waktu kudapati kenyataan bahwa sedihmu pun mampu mencampuradukkan perasaanku

 

“Semoga kamu baik – baik saja di sana!”

“Semoga ceria menemani hari – harimu!”

Kedua mantera mengisyaratkan bila hatiku masih terpaut untukmu

Aku rela jika hatiku meringis pilu memendam perasaan sendiri

Kata memendam yang tak tahu sampai kapan menemani bayang – bayang perasaanku

Sungguh....

Aku terlalu takut dengan kenyataan nantinya dirimu menolak keras keberadaan perasaanku

 

Cukup bagiku begini saja,

Menggenggam pesonamu  dalam hening dan menjaga perasaanku dengan erat

Kurelakan kata sepi menghampiriku

Untuk sekarang, sekali lagi, cukup bagiku melihatmu tersenyum

Jadi, jangan lupa senyum ya.....

Komentar