Sejauh Mata Memandang

Aku bukanlah pujangga yang dapat merangkai kata indah
Aku bukanlah ahli nujum yang mampu menembus mata batin dengan satu mantera

Aku hanyalah seorang perempuan biasa
Ya, biasa saja
Seseorang yang menyadari kata istimewa terlalu jauh dari kehidupan
Aku hanyalah perempuan biasa yang menitipkan kata rindu kepadamu tanpa terucap jelas
Mengirimkan harapan sederhana dalam tulisan yang sederhana

Kita pernah ada di tempat yang sama untuk beberapa waktu
Aku sungguh bersyukur dapat melihatmu walaupun dari kejauhan
Ya, ada jarak yang memisahkan kita
Jarak seperti jurang pemisah kehidupan kita

Jujur, melihatmu baik - baik saja tanpa sadar membuatku tersenyum bahagia
Kamu tidak perlu menjelaskan bagaimana kehidupan yang dijalani
Aku yakin kamu baik - baik saja di sana
Anggap mantera ini kubuat untuk mengurangi rasa penasaranku tentang keadaanmu

Aku tahu ada kalanya kamu rapuh
Hanya saja, aku tidak memiliki keyakinan untuk membisikkan mantera lain
"It's okey. Semua akan membaik!"
Kata sederhana yang hanya mampu kuperlihatkan dalam anganku
Memberi bahu tempatmu bersandar sejenak dan menceritakan perasaanmu
Atau sekedar menyeka air matamu
Aku tidak memiliki kebaranian untuk memperlihatkan itu

Hanya air mataku turut tumpah saat kudengar kamu tidak baik - baik saja
Tanpa kamu ketahui tanpa terlihat jelas
Satu yang bisa kulakukan saat kumemikirkamu
Aku selalu menatap langit dan mengucapkan mantera
"Semoga kamu baik - baik di sana. Aku memandangmu di sini dalam keheningan"






Komentar