Kepada Pemangku Jabatan

"Semoga Negara ini Kembali Damai"

Rintihan hati anak negeri...
Dari hari terdalam...
Kami tidak berharap kalian duduk di kursi empuk selama 5 tahun
Lantas lima tahun kalian berbuat apa?
Tertawa dan pelesiran?

Sebegitukah gentingnya sampai delapan peraturan itu harus segera direalisasikan?
Tidak jadi masalah wahai para dewan terhormat
Lantas inikah kenang"an akhir masa jabatan anda?
Dalam sekejap mata, delapan... Bukan satu ya.... Delapan....
Delapan peraturan dibuat secara instan...
Alih" kejar setoran agar berlagak ada kerjaan
Ini sama sekali tidak relevan para dewan terhormat
Bak matera yang dalam lima detik bisa terwujud...
Iya, kalian berpikir lima detik dengan mantera Simsalabim dan jadi.
Bolehkah kami tertawa melihat situasi anda?

Jangan takut!
Mereka, para calon cendikia ini sedang menyuarakan aspirasi mereka
Mereka tidak perlu script dalam berorasi
Karena apa?
Karena keadaanlah yang membuat mereka berpikir logis.
Satu lagi...
Jangan menjadi pecundang!
Hanya berani lempar batu sembunyi tangan!
Ke mana kalian saat mereka mengetuk pintu rumah anda dengan sopan?
 Ke mana kalian saat adik" yang kalian tertawakan di stasiun tv sedang bersuara?
Kalian tidak berani!
Kalian hanya bisa manggut" saja...
Oh sungguh keterlaluan...

Apa kalian menjual hati nurani kalian?
Seolah kalian berlakon sedang barter peraturan...
Yang krusial dianggap biasa
Yang biasa malah dijadikan luar biasa
Kalian sepertinya sangat pintar membolak balikkan kepentingan
Salut....

Pernah tidak kalian berpikir dulu sebelum menggelontorkannya ke publik?
Air, mineral, tanah, dan undang - undang...
Kalian rampas semua... Tidak ubahnya menjadi satu pusat? Demi siapa? Demi kepentingan kalian! Egois....
Hahahaha.....
Semua itu bukan milik negara demi kemakmuran rakyat seperti tertulis di UUD
Lantas apa hak rakyat?
Mestikah mereka membuat lahan di atas lahan?
Mengambil air menunggu hujan?
Menjual privasinya untuk diumbar - umbar?
Apa lagi hak warga negara ini?
Bisakah kalian menjawabnya!
Sungguh keterlaluan....
Kepentingan politik demi perut kalian saja yang kalian pertahankan...

Hem...
Anehnya....
Sekali lagi kalian pintar memutar balikkan mana yang penting dan krusial dan yang biasa saja...
Lantas ini kelucuan yang dipertontonkan?
Hahahahaha.....
Koruptor diberi tempat tersendiri... Pemimpin tidak dapat dikoreksi....
Wah, kalian ketakutan sampai begitu paranoid dengan kritikan?
Atau... Kalian takut harta rampasan dari negara ini diambil lagi?
Wah!
Inikah harga dari suatu kepercayaan itu?

Lantas untuk apa kami menyampaikan dukungan kepada anda lima tahun lampau?
Itu demi keberlangsungan bangsa kawan...
Bukan untuk mempertontonkan kebobrokan kalian...
Hahahaha....
Ingat, kalian tertawa terbahak - bahak manakala seorang anak kecil menyampaikan keresahannya di hadapan kalian saat ulang tahun kalian...
Itu sungguh lelucon... Tapi, apa kalian tidak sadar itu kritikan keras bagi kalian?
Sungguh... Hati nurani kalian sepertinya sudah rapuh...
Tawaan kalian saat itu tanpa makna... Tidak masuk ke pikiran sama sekali...
Kalian bukan wayang!
Kalian wakil kami...
Kepercayaan yang penuh itu makin pudar bahkan luntur di akhir masa bakti kalian...
Sungguh... Ini kenang"an paling ironi yang kalian berikan  pada rakyat di negeri ini...
Negara menyerahkan jerih lelah kalian bukan untuk duduk di kursi empuk saja.
Kembalikan! Hak atas hidup kami agar kami bisa bernapas kembali...

Wahai, pemerintah...
Sudah lihatkan!
Power dari para cendikia dengan dorongan serta rakyat negeri ini...
Ok....
Mereka bukan tanpa alasan yang dibuat - buat...
Ada alasan utama...
Alasan kalau negera ini sedang tidak baik - baik saja...
Alasan tanpa logo kepentingan politik, tapi kepentingan nurani rakyat
Segeralah buka mata dan telinga kalian!
Buka mata lebar - lebar...
Ditunggu gebrakannya demi kepentingan rakyat bukan partai!
Masih adakan hati nurani kalian?
Belum dijual sepenuhnya demi kepentingan politik?
Salam damai...
Sekali lagi bukan untuk menjungkal pemerintah, tapi membuka mata hati kalian dalam membuat kebijakan...

#kan diingat hari ini...
25/9/19
Damai, tetapi kritis dalam pemikiran....

Teruskan perjuangan para mahasiswa!
Suarakan aspirasi rakyat!
Doa kami menyertai kalian...

#Reformasidikurupsi
#demo25September2019




Komentar